SOFT SKILL :
Pengantar Komputasi Cloud
Pengantar Komputasi
Cloud
A.Pendahuluan
Perkembangan teknologi di era ini menggunakan konsep -
konsep seperti social networking, open, share, colaborations, mobile, easy
maintenance, one click, terdistribusi, scalability, concurency, dan transparan.
Sampai saat ini trend teknologi Cloud Computing (Komputasi Awan) masih terus
diteliti dalam penelitian - penelitian para pakar IT dunia. Dengan berbagai
kelebihan dan kekurangan, Cloud Computing hadir dengan memudahkan akses data
dari mana saja dan kapan saja, karena dengan memanfaatkan internet dan menggunakan
perangkat fixed atau mobile device menggunakan internet cloud sebagai tempat
penyimpanan data, aplikasi dan lainya. Teknologi ini akan memberikan banyak
keuntungan baik dari sisi pemberi
layanan (provider) atau dari sisi user. Penerapan teknologi ini memberikan
dampak yang sangat signifikan bagi pengembangan teknologi itu sendiri, baik
dari sisi pengguna maupun dari sisi industri. Pengguna diuntungkan dengan
semakin mudahnya memperoleh atau mengunduh data secara cepat dan mudah karena
banyak layanan yang dibuka oleh pihak industri. Keuntungan bagi pihak industri
pun tidak kalah besar dengan kemudahan yang didapat oleh pengguna, karena
dengan semakin majunya teknologi cloud computing akan semakin memudahkan
industri untuk memasarkan produk dan menyebarkan informasi secara meluas
keseluruh penjuru dunia. Cloud computing adalah gabungan pemanfaatan teknologi
komputer dan pengembangan berbasis internet.
Kelebihan Cloud
Computing:
Kelebihan paling menonjol dari cloud computing adalah
kemudahan akses. Untuk mengerjakan suatu pekerjaan tidak mesti berada dihadapan
satu komputer yang sama. Misal anda diberi tugas oleh oleh atasan anda untuk
membuat sebuah bahan presentasi dengan format aplikasi power point, karena pada
komputer anda tidak ada aplikasi power pointnya maka anda bisa membuatnya di
Google Docs (Google Drive) ataupun skydrive nya windows. Cukup koneksi ke
internet, login ke akun google atau hotmail. Outlook mail, maka anda pun sudah
bisa membuat bahan presentasi secara online. Fleksibilitas, seperti contoh
diatas, bahan presentasi yang kita buat tidak perlu di simpan di hardisk yang
akan memakan ruang space. Dimanapun anda berada ataupun kemanapun anda
berpergian file - file tersebut bisa dibuka dimana saja asalkan ada koneksi
internet. Andaikata anda akan pergi ke perusahaan cabang anda, anda tidak perlu
lagi repot - repot membawa laptop ke cabang perusahaan anda, karena semua file
- file tersimpan diawan. Penghematan adalah kelebihan lain dari cloud
computing.
Kekurangan Cloud
Computing:
Hal yang paling wajib dalam cloud computing adalah koneksi
internet, internet bisa dibilang jalan satu - satunya untuk menuju ke cloud
computing, ketika tidak ada koneksi internet ditempat kita berada, maka jangan
harap bisa menggunakan sistem cloud computing. Hal ini masih menjadi hambatan
khususnya bagi Indonesia, karena belum semua wilayah di tanah air terjangkau
oleh akses internet, ditambah lagi sekalipun ada koneksi internet, koneksinya
belum stabil dan kurang memadai. Kerahasiaan dan keamanan adalah salah satu hal
yang paling diragukan pada komputasi awan. Karena dengan menggunakan sistem
cloud computing ini berarti kita mempercayakan sepenuhnya atas keamanan dan
kerahasiaan data - data kepada perusahaan penyedia server komputasi awan (cloud
computing). Contoh yang paling sederhana adalah ketika anda menyimpan foto -
foto anda di facebook dengan beberapa konfigurasi privasi yang diberikan kepada
kita, maka selebihya kita mempercayakan keamanan file - file tersebut kepada
facebook. Andaikata foto - foto tersebut hilang kita tidak bisa menuntut karena
kita memanfaatkan jasa tersebut secara cuma - cuma alias gratis.
Berbeda dengan cloud computing, Komputasi grid menggunakan
komputer yang terpisah oleh geografis, didistibusikan dan terhubung oleh
jaringan untuk menyelasaikan masalah komputasi skala besar. Dalam hal bisa
disebut sebagai parallel computing baik itu secara riil maupun virtual. Ada
beberapa daftar yang dapat dugunakan untuk mengenali sistem komputasi grid,
adalah :
- Sistem untuk koordinat sumber daya komputasi tidak dibawah
kendali pusat.
- Sistem menggunakan standard dan protocol yang terbuka.
- Sistem mencoba mencapai kualitas pelayanan yang canggih,
yang lebih baik diatas kualitas komponen individu pelayanan komputasi grid.
Ide awal komputasi grid dimulai dengan adanya distributed
computing, yaitu mempelajari penggunaan komputer terkoordinasi yang secara
fisik terpisah atau terdistribusi. Sistem terdistribusi membutuhkan aplikasi
yang berbeda dengan sistem terpusat. Kemudian berkembang lagi menjadi parallel
computing yang merupakan teknik komputasi secara bersamaan dengan memanfaatkan
beberapa komputer secara bersamaan.
Setidaknya ada dua sisi yang mendorong semakin berkembangnya
grid computing saat ini. Kebutuhan akan sumber daya komputasi yang besar di
berbagai bidang serta adanya sumber daya komputasi yang tersebar. Grid
computing menawarkan solusi komputasi yang murah, yaitu dengan memanfaatkan
sumber daya yang tersebar dan heterogen serta pengaksesan yang mudah dari mana
saja. Globus Toolkit adalah sekumpulan perangkat lunak dan pustaka pembuatan
lingkungan komputasi grid yang bersifat open-source. Dengan adanya lingkungan
komputasi grid ini diharapkan mempermudah dan mengoptimalkan eksekusi
program-program yang menggunakan pustaka paralel.
Dalam tulisan What is the Grid? A Three Point Checklist oleh
Ian Foster (bapak dari Komputasi Grid) ada check-list yang dapat digunakan
untuk mengidentifikasi bahwa suatu sistem melakukan komputasi grid yaitu :
“Sistem tersebut melakukan koordinasi terhadap sumberdaya komputasi yang tidak
berada dibawah suatu kendali terpusat. Seandainya sumber daya yang digunakan
berada dalam satu cakupan domain administratif, maka komputasi tersebut belum
dapat dikatakan komputasi grid”.
Sistem tersebut menggunakan standard dan protokol yang
bersifat terbuka (tidak terpaut pada suatu implementasi atau produk tertentu).
Komputasi grid disusun dari kesepakatan-kesepakatan terhadap masalah yang
fundamental, dibutuhkan untuk mewujudkan komputasi bersama dalam skala besar.
Kesepakatan dan standar yang dibutuhkan adalah dalam bidang autentikasi,
otorisasi, pencarian sumberdaya, dan akses terhadap sumber daya.Misalnya TCP/IP
Sistem tersebut berusaha untuk mencapai kualitas layanan
yang canggih, (nontrivial quality of service) yang jauh diatas kualitas layanan
komponen individu dari komputasi grid tersebut. Tiga hal yang disharing dalam
sebuah sistem grid, antara lain : Resource, Network dan Proses. Kegunaan /
layanan dari sistem grid sendiri adalah untuk melakukan high throughput computing
dibidang penelitian, ataupun proses komputasi lain yang memerlukan banyak
resource komputer.
Secara generik, keuntungan dasar dari penerapan komputasi
Grid, yaitu:
- Perkalian dari sumber daya: Resource pool dari CPU dan
storage tersedia ketika idle.
- Lebih cepat dan lebih besar: Komputasi simulasi dan
penyelesaian masalah apat berjalan lebih cepat dan mencakup domain yang lebih
luas.
- Software dan aplikasi: Pool dari aplikasi dan pustaka
standard, Akses terhadap model dan perangkat berbeda, Metodologi penelitian
yang lebih baik.
- Data: Akses terhadap sumber data global, dan Hasil
penelitian lebih baik
Indonesia sudah menggunakan sistem Grid dan diberi nama
InGrid (Inherent Grid). Sistem komputasi grid mulai beroperasi pada bulam Maret
2007 dan terus dikembangkan sampai saat ini. InGrid ini menghubungkan beberapa
perguruan tinggi negeri dan swasta yang tersebar di seluruh Indonesia dan
beberapa instansi pemerintahan seperti Badan Meteorologi dan Geofisika.
Jurnal Komputasi Modern Grid Komputing
Teknologi grid computing adalah suatu cara penggabungan
sumber daya yang dimiliki banyak komputer yang terhubung dalam suatu jaringan
umumnya berada ditempat-tempat yang secara geografis terpisah sehingga
terbentuk suatu kesatuan sistem komputer dengan sumber daya komputasi yang
besarnya mendekati jumlah sumber daya komputasi dari komputer-komputer yang
membentuknya.
Kebutuhan Sumber Daya Komputasi pada Pengembangan e-Science
Saat ini, para peneliti sudah amat menyadari pentingnya
peran komputer dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Komputer
memungkinkan para peneliti untuk menciptakan laboraturium virtual dalam
komputer untuk melakukan eksperimeneksperimen yang akan mahal sekali jika
dilakukan di dalam sebuah laboraturium fisik atau bahkan tidak mungkin.
Untuk melakukan eksperimen dengan menggunakan komputer dalam
konteks pengembangan e-Science di atas umumnya dibutuhkan sumber daya komputasi
yang berkinerja tinggi (atau juga dikenal dengan sebutan high performance
computing).Supercomputer memang dapat memenuhi kebutuhan para peneliti
e-Science, namun karena harganya yang mahal, hanya sedikit dari para peneliti
tersebut yang dapat memilikinya/menggunakannya.
Sejalan dengan perkembangan teknologi komputer, baik dari
sisi perangkat keras maupun perangkat lunak, saat ini sumber daya komputasi
berkinerja tinggi tidak lagi harus dipenuhi oleh komputer-komputer berkategori
supercomputer. Bahkan dengan teknologi komputer yang dikenal dengan nama grid
computing, sejumlah komputer yang lazim digunakan di perkantoran dapat digabung
untuk secara bersama-sama melakukan eksperimen seperti yang dahulu biasa
dilakukan oleh super computer.Supercomputer memang dapat memenuhi kebutuhan
para peneliti e-Science, namun karena harganya yang mahal, hanya sedikit dari
para peneliti tersebut yang dapat memilikinya/menggunakannya.
Sejalan dengan perkembangan teknologi komputer, baik dari
sisi perangkat keras maupun perangkat lunak, saat ini sumber daya komputasi
berkinerja tinggi tidak lagi harus dipenuhi oleh komputerkomputer berkategori
supercomputer. Bahkan dengan teknologi komputer yang dikenal dengan nama grid
computing, sejumlah komputer yang lazim digunakan di perkantoran dapat digabung
untuk secara bersama-sama melakukan eksperimen seperti yang dahulu biasa
dilakukan oleh super computer.
Arsitektur GRID
Computing

grid
Seperti terlihat pada gambar tersebut,GRID COMPUTING
dibangun dengan jalan menggabungkan sistem-sistem komputasi grid yang berada di
institusi-institusi penelitian (GRID-2, 3, 4) menjadi satu kesatuan. Konfigurasi
perangkat keras dan perangkat lunak masing-masing sistem di tingkat institusi
dapat berbeda, namun dengan mengoperasikan teknologi grid computing seperti GT4
pada simpul-simpul penghubung dari masing-masing sistem, keseluruhan sistem
membentuk satu kesatuan infrastruktur komputasi grid. Dengan konfigurasi
seperti ini, jika dibutuhkan,pengguna di suatu institusi dapat memanfaatkan
sumber daya komputasi yang berada di luar institusinya.
Konfigurasi yang ditunjukkan pada Gambar di atas tidak menuntut
masing-masing sistem di tingkat institusi untuk merubah konfigurasi sistem
masing-masing secara signifikan. Jika suatu institusi telah mengimplementasikan
suatu teknologi grid computing tertentu seperti SUN Grid Engine (SGE) atau
teknologi komputasi berbasis jaringan seperti PVM, MPI, Condor maka sistem GT4
dapat dikonfigurasikan untuk
berkoordinasi dengan masing-masing teknologi tersebut. Salah satu prasyarat
dari pembentukan GRID COMPUTING adalah tersedianya suatu backbone jaringan
berkapasitas besar untuk menghubungkan simpul-simpul penghubung di
masing-masing institusi (harus memiliki lebar pita mulai 2 Mbps sampai dengan
155 Mbps).
Komponen-komponen penting :
GRAM: Grid Resource
Allocation & Management
Komponen ini bertanggung jawab dalam mengelola seluruh
sumber daya komputasi yang tersedia dalam sistem komputasi grid.
Pengelolaan ini mencakup eksekusi program pada seluruh
komputer yang tergabung dalam sistem komputasi grid, mulai dari inisiasi,
monitoring, sampai penjadwalan (scheduling) dan koordinasi antarproses.
RFT/GridFTP: Reliable
File Transfer/Grid File Transfer Protocol
Komponen ini memungkinkan pengguna mengakses data yang
berukuran besar dari simpul-simpul komputasi yang tergabung dalam sistem
komputasi grid secara efisien dan dapat diandalkan.
MDS: Monitoring &
Discovery Service
Komponen ini memungkinkan pengguna sistem GT4 melakukan
monitoring proses komputasi yang tengah berjalan sehingga masalah yang timbul
dapat segera diketahui.
GSI: Grid Security
Infrastructure
Komponen ini bertanggung jawab atas keamanan sistem
komputasi grid secara keseluruhan. Sistem keamanan GT4 dibangun atas
komponen-komponen standar keamanan yang telah teruji, yang mencakup proteksi
data, autentikasi, delegasi, dan autorisasi. Konfigurasi dasar GT4 mengasumsikan
baik pengguna maupun layanan menggunakan standar keamanan yang menggunakan
standar kunci publik X.509.
VIRTUALISASI
Saat ini rasanya kita sering sekali mendengar kata virtualisasi
dalam keseharian kita terutama bagi mereka yang bergelut dibidang IT.
Sebenarnya apa yang dimaksud dengan virtualisasi itu sendiri?, untuk mengetahui
lebih dalam mengenai istilah tersebut mari kita simak ulasan berikut.
Ada
yang menyatakan bahwa pengertian virtualisasi adalah sutu proses abstraksi
terhadap Sumber Daya Komputer. Cukup membingungkan memang jika kita coba
memahami pengertian tadi. Definisi lainnya adalah Virtualisasi adalah sebuah
tehnik menyembunyikan karakteristik fisik dari sebuah hardware atau perangkat
komputer termasuk aplikasi didalamnya. Dan pengertian yang satu ini lebih
membingungkan lagi, maka dari itu mari kita coba menyederhanakan kembali
pengertian tentang apa itu virtualisasi.
Secara
sederhana virtualisasi itu membuat komputer yang sifatnya fisik menjadi
virtual. Contohnya ada tiga mesin komputer yang masing-masing memiliki peranan
atau fungsi yang berbeda satu sama lain, sebagai contoh Komputer A berfungsi
sebagai Email Server, Komputer B sebagai File Server dan Komputer C sebagai AD
Server. Jadi ketiga fungsi tersebut memiliki mesin yang terpisah satu sama
lain, sehingga memerlukan sumberdaya yang lebih untuk menjalankan ketiga fungsi
tersebut, seperti Hardware dan Sumberdaya Listrik.
Dengan
adanya teknologi virtualisasi, maka ketiga komputer tadi hanya akan memerlukan
satu Hardware Resources saja untuk memenuhi kebutuhan 3 fungsi yang berbeda
tadi. Jadi sederhananya dalam satu Hardware dapat ditanam 3 fungsi komputer
dalam bentuk virtual. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan
aplikasi yang berfungsi sebagai host untuk menjalankan Operating System yang
akan ditanam didalam sebuah Hardware.
Virtualisasi
sudah dikenal dan dipergunakan secara luas sejak 1960-an, dan telah
diaplikasikan kepada beberapa sistem komputer. Secara umum semua
teknologi virtualisasi mengacu kepada “menyembunyikan detail teknis”
melalui enkapsulasi
Saat
ini terdapat beberapa Aplikasi yang bisa menjalankan kebutuhan virtualisasi,
seperti VM Ware dan Microsoft Hyper-V. Kedua aplikasi tersebut sangat populer
saat ini, dan telah menjadi pilihan untuk menerapkan Virtualisasi Server
sebagai upaya untuk menekan anggaran belanja IT.
Distributed Computing
Distributed Computing adalah
ilmu yang memecahkan masalah besar dengan memberikan bagian kecil dari masalah
untuk banyak komputer untuk memecahkan dan kemudian menggabungkan solusi untuk
bagian-bagian menjadi solusi untuk masalah tersebut. Distributed computing
terkait dengan system perangkat keras dan perangkat lunak yang memiliki lebih
dari satu elemen pemrosesan atau storage element.
Pada cloud computing,
penyimpanan data hanya dilakukan pada server utama, sehingga pengguna hanya
dapat mengaksesnya tanpa harus mengetahui infrastruktur pembuatan
aplikasinya. Hanya perlu interface software saja untuk
mengakses server. Interface ini pada umumnya merupakan web
browser yang tersedia dengan banyak pilihan dan tidak berbayar.
Cloud computing dipecah ke
dalam beberapa kategori yang berbeda berdasarkan jenis layanan yang disediakan.
SaaS (Software as a Service) adalah kategori komputasi awan di mana sumber daya
utama yang tersedia sebagai layanan perangkat lunak aplikasi. PaaS (Platform as
a Service) adalah kategori / penerapan komputasi awan di mana penyedia layanan
memberikan platform komputasi atau solusi tumpukan untuk pelanggan mereka melalui
internet. IaaS (Infrastructure as a Service) adalah kategori komputasi awan di
mana sumber daya utama yang tersedia sebagai layanan yang infrastruktur
perangkat keras. DaaS (Desktop sebagai Layanan), yang merupakan layanan
muncul-Aas berkaitan dengan memberikan pengalaman seluruh desktop melalui
internet. Ini kadang-kadang disebut sebagai virtualisasi desktop / virtual
desktop atau desktop host.
Bidang ilmu komputer yang
berkaitan dengan sistem terdistribusi disebut komputasi terdistribusi. Sebuah
sistem terdistribusi terdiri dari lebih dari satu komputer self-directed
berkomunikasi melalui jaringan. Komputer-komputer ini menggunakan memori lokal
mereka sendiri. Semua komputer dalam sistem terdistribusi berbicara satu sama
lain untuk mencapai tujuan bersama tertentu. Atau, pengguna yang berbeda pada
setiap komputer mungkin memiliki kebutuhan individu yang berbeda dan sistem
terdistribusi akan melakukan koordinasi sumber daya bersama (atau bantuan
berkomunikasi dengan node lain) untuk mencapai tugas-tugas masing-masing. Node
berkomunikasi menggunakan message passing. Komputasi terdistribusi juga dapat
diidentifikasi sebagai menggunakan sistem terdistribusi untuk memecahkan
masalah besar tunggal dengan melanggar itu dengan tugas, masing-masing yang
dihitung masing-masing komputer dari sistem terdistribusi. Biasanya, mekanisme
toleransi berada di tempat untuk mengatasi kegagalan komputer individu.
Struktur (topologi, delay dan kardinalitas) dari sistem ini tidak dikenal di
muka dan itu bersifat dinamis. Komputer individu tidak harus tahu segala
sesuatu tentang seluruh sistem atau masukan lengkap (untuk masalah yang akan
dipecahkan).
3.
Kesimpulan
Cloud computing adalah
teknologi yang memberikan berbagai jenis sumber daya sebagai layanan, terutama
melalui internet, sedangkan komputasi terdistribusi adalah konsep menggunakan
sistem terdistribusi terdiri dari banyak node diatur sendiri untuk memecahkan
masalah yang sangat besar (yang biasanya sulit untuk diselesaikan dengan satu
komputer). Cloud computing pada dasarnya adalah penjualan dan model distribusi
untuk berbagai jenis sumber daya melalui internet, sedangkan komputasi
terdistribusi dapat diidentifikasi sebagai jenis komputasi, yang menggunakan
sekelompok mesin untuk bekerja sebagai satu kesatuan untuk memecahkan masalah
skala besar. Komputasi terdistribusi mencapai hal ini dengan memecah masalah ke
tugas sederhana, dan menugaskan tugas-tugas ke node individu.
4.
Daftar Pustaka
Map Reduce danNoSQL (Not Only
SQL)
Map Reduce danNoSQL (Not Only
SQL) adalah sebuah pemogramaan framework guna untuk membantu user
mengembangankan sebuah data yang ukuran besar dapat terdistribusi satu sama
lain. Map-Reduce adalah salah satu konsep teknis yang sangat penting di dalam
teknologi cloud terutama karena dapat diterapkannya dalam lingkungan
distributed computing. Dengan demikian akan menjamin skalabilitas aplikasi
kita.
Salah satu contoh penerapan
nyata map-reduce ini dalam suatu produk adalah yang dilakukan Google. Dengan
inspirasi dari functional programming map dan reduce Google bisa
menghasilkan filesystem distributed yang sangat scalable, Google Big
Table. Dan juga terinspirasi dari Google, pada ranah open source terlihat
percepatan pengembangan framework lainnya yang juga bersifat terdistribusi dan
menggunakan konsep yang sama, project open source tersebut bernama Apache
Hadoop.
NoSQL adalah istilah untuk
menyatakan berbagai hal yang didalamnya termasuk database sederhana yang
berisikan key dan value seperti Memcache, ataupun yang lebih
canggih yaitu non-database relational seperti MongoDB, Cassandra, CouchDB, dan
yang lainnya.
Wikipedia menyatakan
NoSQL adalah sistem menejemen database yang berbeda dari sistem
menejemen database relasional yang klasik dalam beberapa hal. NoSQL mungkin
tidak membutuhkan skema table dan umumnya menghindari operasi join dan
berkembang secara horisontal. Akademisi menyebut database seperti ini
sebagai structured storage, istilah yang didalamnya mencakup sistem
menejemen database relasional.
NoSQL
Nosql adalah sebuah memcache
dari bagian database sederhana yang berisi key dan value. Database ini bersifat
struktur storage dimana sistem databasenya yang berbeda dengan sistem database
relasional. Nosql tidak membutuhkan skema table dan menghindari operasi join
dan berkembang secara horizontal. Selain itu NoSQL merupakan suatu bahasan yang
jauh dari arti kata yang dibaca. Tidak berarti tanpa sql query. Melainkan
bagaimana suatu sql query digunakan seminimal mungkin dalam suatu program database.
Dengan memanfaatkan teknologi NoSQL ini, diharapkan mampu mengurangi beban
server. Selain itu, hal ini juga memudahkan programmer dalam membuat suatu
program dan proses pengembangannya. Penjelasan lebih mengenai NoSQL database
akan dijelaskan pada sub bab dibawah ini.
Database NoSQL, juga
disebut Not Only SQL, adalah sebuah pendekatan
untuk pengelolaan datadan desain database yang
berguna untuk set yang sangat besar data terdistribusi. NoSQL,
yang mencakup berbagai teknologi dan arsitektur, berusaha untuk
memecahkan masalah skala bilitas dan kinerja data
yang besar yang database relasional tidak dirancang untuk
menangani.NoSQL ini sangat berguna ketika perusahaan
perlu untuk mengakses dan menganalisis sejumlah besar
data terstruktur atau data yang disimpan dari jarak jauh
pada beberapa virtual server di awan.
Berlawanan dengan
kesalahpahaman yang disebabkan oleh namanya, NoSQL tidak melarangbahasa query
terstruktur (SQL) Meskipun benar bahwa beberapa sistem NoSQL sepenuhnya
non-relasional, yang lain hanya menghindari fungsi relasional dipilih seperti
skema tabel tetap dan bergabung dengan operasi. Sebagai contoh, daripada
menggunakan tabel, database NoSQL mungkin mengatur data menjadi objek, kunci /
nilai berpasangan atau tupel
Kesimpulan
Map Reduce danNoSQL (Not Only
SQL) adalah sebuah pemogramaan framework guna untuk membantu user
mengembangankan sebuah data yang ukuran besar dapat terdistribusi satu sama
lain. Map-Reduce adalah salah satu konsep teknis yang sangat penting di dalam
teknologi cloud terutama karena dapat diterapkannya dalam lingkungan
distributed computing. Dengan demikian akan menjamin skalabilitas aplikasi
kita.
Salah satu contoh penerapan
nyata map-reduce ini dalam suatu produk adalah yang dilakukan Google. Dengan
inspirasi dari functional programming map dan reduce Google bisa
menghasilkan filesystem distributed yang sangat scalable, Google Big
Table. Dan juga terinspirasi dari Google, pada ranah open source terlihat
percepatan pengembangan framework lainnya yang juga bersifat terdistribusi dan
menggunakan konsep yang sama, project open source tersebut bernama Apache
Hadoop.
Daftar Pustaka
http://no21reason.blogspot.com/2013_04_01_archive.html








0 komentar:
Posting Komentar