Pages

Pages - Menu

Pages - Menu

Kamis, 12 Desember 2013

Mengenal Strategy of Information Integration

Tugas softskill kali ini saya akan membahas tentang strategy of information intergration.
Sebelum nya mari kita mengenal sedikt pengetahuna tentang strategy of information intergration.
Strategy of Information Integration adalah sebuah strategi yang diambil oleh para praktisi informasi dalam menghadapi tantangan dimana sejumlah sistem informasi yang berbeda harus diintegrasikan. Hal ini biasanya terjadi pada saat akuisisi atau merger, penggabungan satu atau dua institusi pemerintahan, kerjasama program berbasis lintas sektoral, dan lain sebagainya.

Yang sering menjadi masalah adalah adanya ego sektoral dari masing-masing institusi yang terlibat saat pengintegrasian sistem. Untuk menangani permasalahan tersebut, SII sangat dibutuhkan. SII menggunakan beberapa buah metodologi dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :

1.            Exploitasi kapabilitas lokal.
Pada tahap ini, dilakukan pengembangan secara maksimal kapabilitas dari sistem informasi masing-masing organisasi. Tujuan dari dilakukannya tahap ini adalah untuk memahami secara sungguh-sungguh batasan maksimal kemampuan sistem informasi dalam menghasilkan kebutuhan manajemen strategis dan operasional organisasi yang bersangkutan – baik dilihat dari segi keunggulannya maupun keterbatasannya. Hasil kajian ini sangatlah berguna untuk tahapan selanjutnya, terutama nanti dalam melihat cara-cara mengatasi keterbatasan masingmasing sistem informasi terkait. Adanya tahap ini juga bermanfaat bagi mereka yang selama ini belum tahu benar mengenai karakteristik dan spesifikasi sistem informasi yang dimiliki untuk dapat lebih mengerti kapabilitas kemampuan sistem yang sebenarnya. Dengan adanya tahap ini diharapkan terdapatnya pemahaman akan keunggulan dan keterbatasan sistem informasi yang dimiliki organisasi dalam hal memenuhi visi dan misi organisasi yang bersangkutan maupun dalam kaitannya dengan kebutuhan organisasi mitra lainnya yang diajak bekerjasama.

2.            Lakukan integrasi tak tampak
Pada tahap ini dilakukan proses integrasi dengan cara berdiskusi. Yang berhak berdiskusi di sini adalah para CIO (Chief Information Organization) dari masing-masing organisasi yang terlibat. Dengan berkumpul dan berdiskusi bersama diharapkan akan menemukan jalan keluar pemenuhan kebutuhan yang ada. Secara tidak langsung, dalam proses ini, cetak biru arsitektur masing-masing sistem informasi dapat mulai saling diperkenalkan dan dipertukarkan. Tahap ini merupakan tahap tersulit dari sebuah pengintegrasian antar organisasi. Jika hal ini berhasil dilakukan, maka tahap yang tersulit dalam integrasi telah berhasil dilalui. Pada saat inilah sebenarnya hakekat ”integrasi” telah dilakukan. Secara teknis yang biasa dihasilkan adalah ide-ide solusi dalam bentuk penambahan sejumlah entitas atau komponen sebagai jembatan antara satu sistem dan sistem lainnya tanpa harus merusak masingmasing sistem informasi yang telah dianggap baik bekerja oleh setiap organisasi yang ada. Tujuan dari tahap ini sebenarnya ialah didapatnya kepercayaan dan kesadaran akan perlunya kerjasama untuk memecahkan solusi.

3.            Kehendak berbagi pakai
Pada tahap ini dilakukan evaluasi seberapa efisien dan optimum solusi tersebut berhasil dibangun terutama dalam kaitannya dengan pemanfaatan beraneka ragam sumber daya organisasi. Untuk melakukannya, sekali lagi para CIO akan berkumpul dan melihat bahwa banyak peluang untuk meningkatkan kinerja solusi yang dihasilkan jika dan hanya jika adanya ”sharing” atau pola berbagi pakai antar sumber daya teknologi informasi yang dimiliki masing-masing organisasi. Tujuan dari tahap ini adalah mulai bergesernya pemikiran-pemikiran yang didominasi oleh faktor emosional dan menyingkirkan ego masing-masing ke arah menghasilkan ide-ide brilian yang dipandu oleh pemikiran rasional.

4.            Redesain arsitektur proses
Mencari solusi dari tahap ketiga tadi hanya dapat dilakukan untuk memenuhi kepentingan internal saja. Ketika organisasi tersebut harus berurusan dengan pemenuhan kebutuhan pemilik kepentingan eksternal, seperti misalnya pelanggan atau publik, maka proses yang cepat, berkualitas, dan murah adalah yang menjadi dambaan mereka. Hal tersebut tidaklah mungkin terjadi jika secara lintas organisasi tidak dilakukan aktivitas redesain proses.

Di sinilah tahap penentu integrasi diuji kembali, karena yang akan terlibat tidak sekedar para CIO, melainkan pimpinan nomor satu dari masing-masing organisasi. Kegiatan kolaborasi ini akan efektif jika bermula dari akhir, dalam arti kata menggunakan kebutuhan pemegang kepentingan akhir (yaitu pelanggan atau publik) sebagai target solusi redesain. Dengan berpegang pada konsep dan teori BPR (= Business Process Reengineering) sejumlah usaha untuk melakukan eliminasi, simplifikasi, integrasi, dan otomatisasi proses akan dilakukan. Hal yang perlu diperhatikan di sini adalah semangat kolaborasi antar CIO yang harus ditularkan ke para pimpinan organisasi. Jadi, tujuan dari tahap ini yang ingin dicapai adalah kesepakatan untuk melakukan kolaborasi secara lebih jauh, yaitu dengan memperhatikan nilai (atau value) dari pemegang kepentingan utama dari seluruh organisasi yang berkolaborasi. Ragam proses baru inilah yang akan menjadi cikal bakal atau embrio arsitektur sebuah sistem informasi terintegrasi yang dimaksud, yang merupakan penjelmaan ”secara tidak sadar” kumpulan sistem informasi organisasi beragam yang ada.

5.            Optimalkan infrastruktur
Rancangan beraneka ragam proses baru yang dihasilkan pada tahap sebelumnya tidaklah akan berjalan secara efektif, efisien, optimal, dan terkontrol dengan baik apabila secara fundamental tidak dilakukan penyesuaian terhadap infrastruktur organisasi yang ada – dalam hal ini adalah arsitektur sistem informasi terintegrasi yang dimiliki. Dalam kaitan inilah maka optimalisasi sistem informasi terintegrasi yang bercikal bakal pada masing-masing sistem informasi organisasi akan menghasilkan sebuah sistem dengan komponen-komponen lengkapnya seperti: perangkat keras, perangkat lunak, infrastruktur jaringan, sumber daya manusia, sistem database terpadu, dan lain sebagainya.

Tujuan dari tahap optimaliasi ini adalah sebuah sistem informasi terpadu yang dapat bekerja secara efektif melayani kepentingan vertikal maupun horisontal. Dan tentu saja yang tidak kalah pentingnya, yaitu semakin eratnya relasi antar organisasi yang berkolaborasi setelah melewati sejumlah tahap sebelumnya.

6.            Transformasi organisasi
Tahap terakhir yang akan dicapai sejalan dengan semakin eratnya hubungan antar organisasi adalah transformasi masing-masing organisasi. Transformasi yang dimaksud pada dasarnya merupakan akibat dari dinamika kebutuhan lingkungan eksternal organisasi yang memaksanya untuk menciptakan sebuah sistem organisasi yang adaptif terhadap perubahan apapun.

Sistem informasi masa kini yang dibangun dengan menggunakan paradigma rumah tumbuh dan berbasis komponen (baca: object-based approach) secara tidak langsung akan menular kepada karakteristik dari organisasi terkait. Artinya, sejumlah hal baru akan tumbuh menggantikan sesuatu yang telah lama dianut, misalnya:
• Transformasi dari organisasi berbasis struktur dan fungsi menjadi organisasi berbasis proses;
• Transformasi dari organisasi berbasis sumber daya fisik menjadi organisasi berbasis pengetahuan;
• Transformasi dari organisasi berbasis kebutuhan pemilik kepentingan internal
menjadi organisasi berbasis kebutuhan pemilik kepentingan eksternal;
• Transformasi dari organisasi berbasis rantai nilai fisik menjadi organisasi berbasi rantai nilai virtual; dan lain sebagainya.

Demikianlah rangkaian dari metodologi dalam SII. Dalam prakteknya, rangkaian tahapan tersebut akan berlangsung membentuk siklus hidup yang tidak berkesudahan, sejalan dengan keinginan setiap organisasi untuk selalu memperbaiki kinerjanya dari waktu ke waktu. Tentu saja setelah melalui proses evaluasi dan pembelajaran yang terjadi secara kontinyu dan berkesinambungan.

KESIMPULAN

Menurut saya SII (Strategy of Information Integration) dirasakan perlu untuk menyelesaikan integrasi sistem yang tidak berhasil, ada enam tahap pelaksanaan integrasi, antara lain :

Eksploitasi Kapabilitas Lokal
Lakukan Integrasi Tak Tampak
Kehendak Berbagi Pakai
Redesain Arsitektur Proses
Optimalkan Infrastruktur
Transformasi Organisasi


Terimakasih

Sabtu, 16 November 2013

Computer Integrated Manufacturing (CIM)


1.1 Definisi
Integrated Manufacturing, yang dikenal sebagai CIM adalah frasa yang digunakan untuk menggambarkan otomatisasi lengkap pabrik manufaktur, dengan semua proses berfungsi di bawah kendali komputer dan informasi digital mengikat mereka bersama-sama. Hal ini dipromosikan oleh produsen alat mesin di tahun 1980-an dan Society for Manufacturing Engineers (CASA / UKM). Cukup sering itu adalah keliru untuk konsep "lampu keluar" pabrik. Ini mencakup CAD / CAM,-dibantu desain komputer / komputer dibantu manufaktur, CAPP, dibantu komputer proses perencanaan, CNC, mesin kontrol numerik alat komputer, DNC, kontrol numerik mesin perkakas langsung, FMS, sistem mesin yang fleksibel, ASRS, penyimpanan otomatis dan pengambilan sistem, AGV, kendaraan dipandu otomatis, penggunaan robot dan alat angkut otomatis, penjadwalan terkomputerisasi dan kontrol produksi, dan sistem bisnis yang terintegrasi dengan basis data umum.
Dibantu Desain Komputer (CAD) dan komputer-aided manufacturing (CAM) sistem yang penting untuk mengurangi waktu siklus dalam organisasi. CAD / CAM adalah alat teknologi tinggi mengintegrasikan antara desain dan manufaktur. CAD teknik memanfaatkan teknologi kelompok untuk membuat geometri yang sama untuk pencarian cepat. File elektronik menggantikan ruang tamu. CAD / CAM sistem yang terintegrasi menyediakan desain / rancangan, perencanaan dan penjadwalan, dan kemampuan fabrikasi. CAD menyediakan gambar bagian elektronik, dan CAM menyediakan fasilitas untuk pemotong lintasan pahat untuk mengambil sepotong mentah.
Grafis komputer yang menyediakan CAD memungkinkan desainer untuk membuat gambar elektronik yang dapat digambarkan dalam dua dimensi, atau sebagai dimensi komponen padat tiga atau perakitan yang dapat diputar seperti yang dilihat. Program perangkat lunak Advanced dapat menganalisis dan menguji desain sebelum prototipe dibuat. Elemen program analisis hingga memungkinkan para insinyur untuk memprediksi poin stres pada bagian, dan efek pembebanan.
Setelah bagian telah dirancang, grafis bisa digunakan untuk program jalur alat untuk mesin bagian. Ketika terintegrasi dengan postprocessor NC, program NC yang dapat digunakan dalam mesin CNC dihasilkan. Desain grafis juga dapat digunakan untuk merancang peralatan dan perlengkapan, dan untuk inspeksi oleh koordinat mengukur mesin. Bagian hilir menggunakan lebih yang dibuat dari CAD, semakin banyak waktu yang tersimpan dalam proses secara keseluruhan.
Perencanaan proses generatif merupakan generasi maju CAD / CAM. Ini menggunakan program perangkat lunak yang lebih kuat untuk mengembangkan rencana proses berdasarkan geometri bagian, jumlah bagian yang akan dibuat, dan informasi tentang fasilitas di pabrik. Hal ini dapat memilih alat yang terbaik dan fixture, dan dapat menghitung biaya dan waktu.
Sistem mesin fleksibel (FMS) adalah perpanjangan dari teknologi kelompok dan konsep manufaktur selular. Menggunakan terintegrasi CAD / CAM, bagian dapat dirancang dan diprogram dalam setengah waktu biasanya akan diperlukan untuk melakukan rekayasa. Program bagian dapat didownload ke pusat mesin CNC di bawah kendali suatu komputer host FMS. Tuan rumah FMS dapat jadwal CNC dan bagian-bagian yang diperlukan untuk melakukan pekerjaannya.
Manufaktur terintegrasi komputer dapat mencakup kombinasi yang berbeda dari alat yang tercantum di atas.
Terintegrasi manufaktur Komputer (CIM) adalah manufaktur pendekatan menggunakan komputer untuk mengontrol seluruh produksi proses. Integrasi ini memungkinkan proses individu untuk pertukaran informasi dengan satu sama lain dan melakukan tindakan. Melalui integrasi komputer, manufaktur dapat lebih cepat dan kurang rawan kesalahan, meskipun Keuntungan utama adalah kemampuan untuk membuat proses manufaktur otomatis. Biasanya CIM bergantung pada proses kontrol loop tertutup, berdasarkan masukan waktu nyata dari sensor. Disebut juga sebagai desain yang fleksibel dan manufaktur.

Conputer integrated manufacturing merupakan sistem pemanufakturan yang terotomatisasi seluruh pabrik secara terintegrasi yang dikendalikan secara central prosesing unit (CPU) sehinggga memiliki kapabilitas dalam merancang produk yang baik (CAD), pengujian produk (CAE), perencanaan dan pengendalian produk (CAM) dan sytem informasi yang terkoneksi.
Sebagai metode menufaktur, tiga komponen membedakan CIM dari metodologi manufaktur lain:
• Sarana untuk data, pengambilan manipulasi penyimpanan, dan penyajian;
• Mekanisme untuk sensing negara dan memodifikasi proses;
• Algoritma untuk menyatukan komponen pengolahan data dengan sensor / komponen modifikasi.

Beberapa faktor yang terlibat ketika mempertimbangkan implementasi CIM adalah volume produksi, pengalaman perusahaan atau personel untuk membuat integrasi, tingkat integrasi ke dalam produk itu sendiri dan integrasi proses produksi. CIM yang paling berguna dimana tingkat tinggi ICT digunakan dalam perusahaan atau fasilitas, seperti CAD / CAM sistem, ketersediaan perencanaan proses dan data.

1.2 Sejarah SIM
Gagasan "manufaktur digital" adalah menonjol tahun 1980, ketika terintegrasi manufaktur komputer dikembangkan dan dipromosikan oleh produsen alat mesin dan Komputer dan Sistem Otomatisasi Asosiasi dan Masyarakat Industri Engineers (CASA / UKM).

"CIM adalah integrasi perusahaan manufaktur total dengan menggunakan sistem yang terintegrasi dan komunikasi data digabungkan dengan filosofi manajerial baru yang meningkatkan efisiensi dan personil organisasi." ERHUM ERHUM

Ada tiga tantangan utama untuk pengembangan sistem manufaktur lancar operasi komputer terpadu:
• Integrasi komponen dari pemasok yang berbeda. Ketika mesin yang berbeda, seperti CNC, konveyor dan robot, menggunakan protokol komunikasi yang berbeda. Dalam kasus AGVs, bahkan berbeda panjang waktu untuk pengisian baterai dapat menimbulkan masalah.
• Integritas Data : Semakin tinggi derajat otomatisasi, yang lebih penting adalah integritas data yang digunakan untuk mengontrol mesin. Sedangkan sistem CIM menghemat tenaga kerja operasi mesin, itu membutuhkan tenaga kerja manusia tambahan dalam memastikan bahwa ada perlindungan yang tepat untuk sinyal data yang digunakan untuk mengendalikan mesin.
• Proses kontrol : Komputer dapat digunakan untuk membantu operator manusia dari fasilitas manufaktur, tetapi harus selalu ada seorang insinyur yang kompeten di tangan untuk menangani keadaan yang tidak dapat diramalkan oleh para perancang perangkat lunak kontrol.

1.3Subsi stem di-manufaktur komputer terpadu 
Sebuah sistem manufaktur terintegrasi komputer tidak sama dengan lampu-out "pabrik", yang akan dijalankan sepenuhnya independen dari campur tangan manusia, meskipun itu adalah langkah besar ke arah itu. Bagian dari sistem melibatkan manufaktur yang fleksibel , di mana pabrik bisa cepat dimodifikasi untuk menghasilkan produk yang berbeda, atau dimana volume produk dapat diubah dengan cepat dengan bantuan komputer. Beberapa atau semua subsistem berikut mungkin ditemukan dalam sebuah operasi CIM:

Computer-aided teknik:
• CAD ( -dibantu desain komputer )
• CAE ( -dibantu teknik komputer )
• CAM ( -dibantu manufaktur komputer )
• CAPP ( membantu proses perencanaan-komputer )
• CAQ ( membantu kualitas jaminan-komputer )
• PPC ( perencanaan produksi dan kontrol )
• ERP ( enterprise resource planning )
• Sebuah sistem bisnis terintegrasi dengan database yang umum.

Perangkat dan peralatan yang dibutuhkan: 
• CNC , Komputer numerik mesin perkakas dikontrol
• DNC , numerik mesin perkakas kontrol langsung
• PLC , Programmable logic controller
• Robotics Robotika
• Computers Komputer
• Software Perangkat Lunak
• Controllers Controllers
• Networks Jaringan
• Interfacing Interfacing
• Pemantauan peralatan

Teknologi:
• FMS, ( sistem produksi yang fleksibel )
• ASRS, penyimpanan otomatis dan sistem temu kembali
• AGV, kendaraan dipandu otomatis
• Robotics Robotika
• Otomatis sistem alat angkut

2.1 CIMOSA
CIMOSA (Computer Integrated Manufacturing Open System Architecture), adalah usulan Eropa 1990 untuk arsitektur sistem terbuka untuk CIM dikembangkan oleh Konsorsium amik sebagai rangkaian ESPRIT proyek. Tujuan CIMOSA adalah "untuk membantu perusahaan untuk mengelola perubahan dan mengintegrasikan fasilitas mereka dan operasi untuk menghadapi persaingan dunia yang luas keduanya. Ini menyediakan kerangka kerja arsitektur yang konsisten untuk pemodelan perusahaan dan integrasi perusahaan yang diperlukan dalam lingkungan CIM ".
CIMOSA menyediakan solusi untuk integrasi bisnis dengan empat jenis produk:
The CIMOSA Enterprise Modeling Framework, yang menyediakan sebuah arsitektur referensi untuk arsitektur enterprise
• CIMOSA IIS, sebuah standar untuk integrasi fisik dan aplikasi.
• CIMOSA Sistem Life Cycle, adalah model siklus hidup untuk pengembangan CIM dan penyebaran.
• Masukan untuk standarisasi, dasar-dasar untuk pengembangan standar internasional.

CIMOSA menurut Vernadat (1996), menciptakan istilah proses bisnis dan memperkenalkan pendekatan berbasis proses terintegrasi model perusahaan berdasarkan pendekatan lintas-batas, yang bertentangan dengan tradisional fungsi atau pendekatan berbasis kegiatan. Dengan CIMOSA juga konsep "Arsitektur Sistem Terbuka" (OSA) untuk CIM diperkenalkan, yang dirancang untuk menjadi vendor-independent, dan dibangun dengan modul-modul standar CIM. Sini ke OSA adalah "dijelaskan dalam hal fungsi mereka, informasi, sumber daya, dan aspek organisasi dengan. Ini harus dirancang rekayasa terstruktur metode dan membuat operasional dan evolusi arsitektur modular untuk penggunaan operasional ".

2.2 Isu 
Salah satu masalah utama tentang CIM adalah alat ketidakcocokan dan kesulitan integrasi protokol. Mengintegrasikan pengendali merek peralatan yang berbeda dengan robot, konveyor dan pengendali pengawasan merupakan tugas yang memakan waktu dengan banyak jebakan. Cukup sering, investasi besar dan waktu yang dibutuhkan untuk perangkat lunak, perangkat keras, komunikasi, dan integrasi tidak dapat dibenarkan secara finansial dengan mudah.
Isu penting lainnya adalah integritas data. Mesin bereaksi canggung untuk data yang buruk, dan biaya pemeliharaan data serta sistem informasi umum biaya departemen lebih tinggi daripada di fasilitas non-CIM.

Masalah lainnya adalah usaha untuk program logika yang luas untuk menghasilkan jadwal dan urutan bagian mengoptimalkan. Tidak ada pengganti pikiran manusia dalam bereaksi terhadap-hari jadwal hari manufaktur yang dinamis dan mengubah prioritas.
Sama seperti hal lain, komputer manufaktur yang terintegrasi adalah obat mujarab tidak, atau harus itu dipeluk sebagai agama. Ini adalah alat operasional yang, jika diterapkan dengan benar, akan memberikan dimensi baru untuk bersaing: cepat memperkenalkan produk-produk berkualitas tinggi yang baru customerized dan mengantarkan mereka dengan waktu tempuh belum pernah terjadi sebelumnya, keputusan cepat, dan produk manufaktur dengan kecepatan tinggi